Dan berikut ini merupakan poin2 yg membuat rasa banggaku sebgi orang Batak makin jatuh, yaitu :
- Bhw dari segi kemampuan SDM, kita sudah dilewati oleh suku2 lain di Indonesia
- Dari segi politis dan ekonomis orang Batak sudah terpinggirkan
- Orang Batak tdk punya pemimpin yg ketokohannya menasional
- Bonapasogit tmsk daerah tertinggal (miskin) di Indonesia
- Orang Batak tidak malu/berdosa berantem memperebutkan gereja
- Pendetanya sangat konservatif, birokratis, dan koruktif
- Orang Batak di identikan dgn kekerasan, rampok, dan copet
- Adatnya sangat mahal dan bertele-tele
- Sangat mengagungkan orang yg punya meteri biarpun mrpk hasil korupsi
- Orang kaya Batak tdk suka membangun kampungnya
- Orang batak tidak suka modis
- Cewek Batak banyak yang sudah tidak virgin
- Cewek n Cowok Batak materialistis, dan terakhir
- Orang Tua Batak materialistis...!!!
Tuesday, February 21, 2006
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

10 komentar:
kamu sebenarnya tidak mengerti nilai-nilai adat orang batak, kamu hanya menilai dari segi materi dan bukan dari segi kekeluargaan atau lebih mendalam lagi dari segi kesopanan dalam kekeluargaan. dan saya menilai kalau kamu hanya menilai luarnya saja tapi tidak mengerti makna yang sebenarnya. makanya gaul donk dengan orang batak. kamu sih sudah terlalu banyak gaul dengan orang luar.... jadi iya begitulah hasilnya.... kalau kamu tau arti adat itu...dan kekurangannya atau kelebihannya ...kreatif donk untuk memperbaikinya...mau dikurangi atau ditambahkan ....dan kalau kamu menilai suku lain lebih dari suku batak....majukan donk...supaya lebih baik dari suku lain....bukannya menjatuhkan... kamu memang bukan orang batak tulen... tapi batak2an.... tidak ada tanggung jawab untuk memajukan sukunya...... kalau saya sih...asik2 aja jadi orang batak...malah tambah asik .. karena merasakan artinya....
from
Pardam Panggabean, Ir
Tangerang
email -> pard_ok@yahoo.com
itu hanya opini, pasti adalah benarnya dan ada salahnya. karena memang manusia ini tidak ada yang sempurna.
hehehheheheehhehehhehehhehhehhehheh
Bung menurut aku kamu benar, dan pendapat kamu bagus.
tapi kamu udah lihat ga sisi orang batak dari sisi yang lain.
kamu hanya melihat dengan sekilas pandangan.
aku sebenarna heran melihat kamu
itu bukan suatu kebanggan
itu melainkan suatu keburukan
kamu seharus na membangun bangsa batak itu.
aku mau tanya ama kamu
suku apa sih yang paling maju di indonesia ini
?
coba kamu cari kejelekan suku lain
ato kamu cari kebaiakan dari suku lain
mungkin aja kan kamu buat topik suyapa kamu ditilik orang
ga perlu lah
sebagai orang batak aku mengkritik keras omongan kamu
Dorgis_simanjuntak@yahoo.co.id
lah.. aku emang suku batak asli, tapi peradaban di dunia ini udah berkembang. dari jaman dulu suku batak yang engak mengenal agama, sampai sekarang mengenal agama. semuanya itu pasti ada perubahan. karena emang sekarang adat itu terkikis sedikit demi sedikit di makan waktu dan zaman, seperti kita ketahui pada dasarnya suku batak itu satu, yang konon katanya dari pusuk buhit. dan pasti hukum batak itu satu. tapi mengapa sekarang adat itu beda beda ?. dan pasti jaman sekarang hal yang aku sebutkan diatas ada di temui. jadi engak usah malu. tapi dengan begitu kita tuh harus jadi merasa mau untuk maju
hai bung klo adat itu berubah yahh itu emang harus berubah. karena apa yang melekat pada masyarakat akan selalu berubah.
pada inti nya ada batak tidak berubah ,namun cara praktik nya aja ada perubahan.
klo kamu hanya berpikir adat itu harus sama sampau akhir jaman kamu salah besar,
itu lah akibat kebudaayan manusia.
dan satu hal , bahwa manusia itu dinamis, jadi mau ga mau kebiasaan lama akan diganti menjadi yang baru.
dan seandainya adat yang dulu itu dijalankan maka hampir semua orang batak tidak sanggup melaksanakan nya.
dorgis_simanjuntak@yahoo.co.id
wah pak Dorgis simanjuntak
benar sekali. tutu mai ....
Anakkok hi Do Hamoraon diau. Kalimat yang Indah, namun sangat materialistik.
Ada Banyak penafsiran mengenai kalimat ini. Betapa anak sangat dihargai oleh orang tuanya(?) atau betapa anak hanya sekedar hamoraon bagi orang tuanya.
Tanpa menyampingkan makna positifnya, banyak ortu Batak yang memang menganggap anaknya sebagai "pembor" harta karun atau "pendulang" rezeki agar pamor/reputasi keluarga meningkat di khalayak umum.
Di Humbahas, misalnya, saya melihat sendiri ortu-ortu berani menyogok agar anaknya diteriam CPNS. Mereka percaya, paling dua tahun; anaknya akan bisa mengembalikan uang tersebut. Selanjutnya, enaklah... bisa ongkang-ongkang kaki, karena punya anak pegawai. Pegawai yang terdorong untuk "korupsi" pastinya.
Komen saudara di atas, banyak sekali betulnya. Walau tidak dapat dipungkiri, di budaya batak, banyak juga sisi positif yang dapat kita kembangkan. Long Live Batak
http://humbahas.blogspot.com
Halo...ko balik lagi
balik kemana lae ?
hehehhe
horas!
salam hangat bagi semua batakers.
Aku baru diweb ini!
aku tertarik sama point penulis yang menulis"- Orang Batak di identikan dgn kekerasan, rampok, dan copet"!
Aku emang setuju dengan itu..selama aku kuliah di bandung supir2 angkot sangat kasar2 bahkan sama orang tua!dan aku uda sering liat nya.
Tapi soal yang lainnya perlu dikaji ulang sih!diadakan survey!apa hal tersebut uda emang gitu.soalnya saya pernah dengar Bupati tarutung mantan preman,bupati simalungun masalah pemalsuan ijazah!fakta tersebut sih ada menunjukan moral batak menurun!
Sangat bagus kalau ada tim yang dibentuk orang batak untuk menganalisis kehidupan nya kembali semoga UNIV.Nomensen bergerak hati untuk itu !
salam hangat
horas
Sipira(nainggolan)
Post a Comment