1.
Uppasa Simalungun
Umpama Dohot Umpasa
Napenting situtu do di hita batak angka umpama dohot umpasa dipangkatoian angka ulaon adat. tarlobi di tingi na marhata sidenggandenggan.
Aha do ulana umbahen na songon i ?
Mangihuthon pingkiran ni panurat tar songon on do. Ia angka adat dohot uhumna, sai godangan do i dihatahon marrupahon ( berbentuk ) umpama manang umpasa. Jala ingkon songin i do antong asa " lebih meresap" tu pangkilalaan. Molo naeng pasingot sada halak iba rupani jala nidok, "Ua jolo tangkas ma pingkiri hada sidohononmu," Ba nunga uli i nian. Alai lobi hona ( lebih berkesan dan efektif ) dope hata sipasingot i, molo martompa umpama , jala nidok.
Niarit lilin bahen pambaba,
Jolo nidilat bibir asa nidok hata.
Songon i muse rupani molo naeng ondohononhon hasisintong na sada pangalaho, umpamana, "ingkon patut do tongtong pasangapon jala oloan hulahula," umberkesan do i, molo tinambahontusi, " songon hata ni umpasa ni ompunta sijolo holo tubu.
La pe na lata, duhut duhut sibutbuton;
Hata pe na hata, pangidoan ni hula hula do situruton."
di toru on panaihut do songon contoh ragamragam ni angka umpama dohot umpasa i.
di toru on pinaihut do songon contoh ragamragam ni angka umpama dohot umpasa i.
( Baca Juga :: Huhut Jaha >> Upasa Dohot Umpama - Falsafah batak )
Saturday, September 10, 2005
Tuesday, September 06, 2005
Uppasa anak-anak batak simalungun
Gambaran seputar hubungan antara anak dan orang tuanya. sanak saudaranya, teman sepermainannya, serta cita - citanya. Uppasa ini terdiri atas dua jenis, yakni suka cita dan dukacita.
1. Suka cita
Adong do ijon demban
demban saor halungni
adong do ikon hear
hear saor lungunni
artinya : suatau kesedihan yang di ekpresikan dalam bentuk canda ria.
Andalu
i lambung tapongan
parlobei talu
ase monang
isinya : kegagalan adalah awal dari kesuksesan.
Boras jadi haluppang
Haluppang ni haloling
Horas ma na niundang
Horas pakon pandoding
isinya : Ucapan semalat datang buat para tamu dan penyanyi.
Boras ni tigajuppah
Boras sabur-saburan
domma hita pajuppah
horas hita ganupan
isinya : bersyukur atas kesempatan untuk bertemu.
Haluppang ge halopping
boras pinang sattandan
ijon hanami mandoding
niombah ni nasiam
isinya : Ucapan selamat menikmatai hiburan. Uppasa ini sangat cocok dipakai saat pesta kerena ada aspek sapa salam terhadap orang tua.
bersambung >>
1. Suka cita
Adong do ijon demban
demban saor halungni
adong do ikon hear
hear saor lungunni
artinya : suatau kesedihan yang di ekpresikan dalam bentuk canda ria.
Andalu
i lambung tapongan
parlobei talu
ase monang
isinya : kegagalan adalah awal dari kesuksesan.
Boras jadi haluppang
Haluppang ni haloling
Horas ma na niundang
Horas pakon pandoding
isinya : Ucapan semalat datang buat para tamu dan penyanyi.
Boras ni tigajuppah
Boras sabur-saburan
domma hita pajuppah
horas hita ganupan
isinya : bersyukur atas kesempatan untuk bertemu.
Haluppang ge halopping
boras pinang sattandan
ijon hanami mandoding
niombah ni nasiam
isinya : Ucapan selamat menikmatai hiburan. Uppasa ini sangat cocok dipakai saat pesta kerena ada aspek sapa salam terhadap orang tua.
bersambung >>
Sunday, September 04, 2005
Uppasa Batak simalungun
Uppasa Batak simalungun
"ia Malas Ma ari Malas ma paruhuran"
Fungsi Uppasa di Simalungun
Uppasa adalah betuk puisi lama yang mirip dengan pantun dalam sastra melayu, yakni berupa puisi rakyat yang mencakup seluruh lapisan masyarakat dan segala tingkatan umur. (ads: adatbatak.com) ada uppas ank-ank, muda-mudi, dan orang tua.
pada umumnya yang disebut dengan pantun terdiri dari empat larik; kalau dua larik disebut gurindam. (ads: adatbatak.com) kalau enam,delapan,sepuluh larik disebut talibun. namun, simalungun tidak pengenal pembagian pantun menurut jumlah larik tersebut semuanya disebut uppasa.
Apa fungsi uppasa di Simalungun ?
Uppasa adalah sastra lisan yang dipergunakan sebagai alat komunikasi, milsanya dahulu komunikasi antar muda-mudi berlangsung melalui tonja² (tonja adalah suatu cara mengungkap pikiran secara simbolis melalui pemberian suatu barang), namun tidak semua orang mengerti makna simbol tersebut.
isi yang termuat dalam tonja selalu dijelaskan melalui uppasa. Misalnya bila seorang pemudi menolak cinta seorang pemuda , maka pemudi itu mengirim rokok yang terbuat dari daun enau. Setelah kiriman tersebut sampai kealamat, ternyata sipemuda tidak mengerti maknanya, maka dia pergi bertana kepada orang lain atau orang tua yang lebih berpengalaman. setelah melihat tonja tersebut, orang yang ditanya itu menjelaskannya sebagai berikut :
Issopan lembei bulung
Sabagod anak-anak
Asok botou maruhur
Marimbang ahu dakdanak.
Isinya : setiap orang harus hati-hati berhadapan dengan anak-anak sebab pikiran mereka gampang berunah.
Sipemuda dapat membalasnya dengan mengirim haporas ( Sejenis ikan kecil dari sungai atau sawah ) dengan maksud :
Haporas ni sin Lokkung
Etek-etek marpira
Anggo jolma harosuh
Etek pe na paima
Isinya : bagi orang yang saling jatuh cinta, umur tidak menjadi penghalang. umur yang masih muda bisa di tunggu.
jadi barang kiriman tersebut merupakan pengganti surat seperti sebagaimana lazimnya masakini. Maka mau tidak mau seorang pemuda atau pemudi pada masa itu harus mempelajari uppasa². (ads: adatbatak.com) dengan demikian, uppasa boleh dikatakan sebagai ilmu yang harus dipelajari. bahkan pada zaman dahulu telah dibuat semacam kriteria supaya seseorang dapat disebut dewasa, misalnya, harus mampu membaca surat sampuluh siah (Tulisan atau huruf simalungun ), menguasai ilmu mendatangkan dan menolak hujan, mahir maruppasa dan sebagainnya.
Uppasa juga sangat berperan pada saat martondur atau cari jodoh bagi muda-mudi. bila seorang pemuda menaruh hati kepada seorang pemudi, langkah pertama yang harus di buatnya ialah mengunjungi sipemudi kerumahnya, tetapi dia tidak boleh langsung menemui sipemudi tersebut. menurut adat, sipemuda harus terlebih dahulu bertemu dengan orang tua sipemudi itu, atau melalui perantara jika rumah itu rumah bolon.
pada saat pertemuan itu mereka berkomunikasi melalui uppasa. Jika ternyata orang tua sipemudi itu atau perantara itu setuju, berarti ada izin untuk bertemu. Pertemuan-pertemuan selanjutnya biasanya berlangsung di pasar (tiga), diladang pada saat gotong royong (marharoan), pad saat sipemudi itu sedang bertenun(martonun), ditengah perjalanan menuju tempat mandi (partapianan), saat pesta rondang binatang (syukuran atas tanaman yang sudah mulai menampakkan hasilnya), pada saat si pemudi itu menumbuk padi di losung ( tempat untuk menumbuk padi, dahulu setiap kampung mempunyai losung panjang yang terdiri dari beberapa lobang. disitulah tempat gadis² dikampung menumbuk padi ). (ads: adatbatak.com) Semua pembicaraan dalam pertemuan ini selalu melalui uppasa.
Dahulu di simalungun ada permainan semacam berbalas pantun. artinya uppasa dibalas uppasa. permainan ini diberi nama askei.Dalam acara ini seseorang, khususnya muda-mudi menunjukkan kemarhirannya maruppasa. karena itu mau tidak mau seorang pemuda atau pemudi harus mahir maruppasa. bukti bahwa permainan ini pernah ada di simalungun dapat kita lihat di uppas di bawah ini :
Marumbak ma Tanggiang
Rotap ma tali passa
Ise ma lo handian
imbangku maruppas
mardosong ma saringgon
Saksak bunga ni lada
Apuran do hupindo
mittor roh hata uppasa
bulung-bulung na maratah
marah bulung-bulung
anggo talu ahu marhata
sirsir ma demban ginulung.
Ketiga uppasa ini merupakan pengantar sebelum di langsungkan permainan askei tersebut. uppasa pertama berisi tentang seseorang yang mencari teman untuk berbalas uppas, sedangkan yang kedua merupakan jawaban dari pihak edua yang dengan rendah hati menerima tawaran tersebut, (ads: adatbatak.com) dan uppasa yang ketiga merupakan konekwensi atau semacam perjanjian bahwa pihak yang kalah harus membayar sesuatu atas kekalahannya.
Uppasa juga sering dinyanyikan menjadi teks lagu. baik dalam doding maupun ilah. bila suku kata kurang, maka biasanya ditambahkan kata :do, le,ale botou, datene, dan sebagainya.
uppasa juga dipergukan dalam bidang adat atau upacara-upacara resmi kerajaan(kenegaraan). jadi , melihat fungsi uppasa tersebut dapat disimpulkan bah uppasa sangat berperan penting di simalungun dan tidak bisa di lepaskan dari aspek-aspek kehidupan. Memang akhir-akhir ini peranan uppasa kurang tampak dalam masyarakat, tetapi dalam upacara resmi atau acara adat masih tetap mendapat tempat yang penting.
"ia Malas Ma ari Malas ma paruhuran"
Fungsi Uppasa di Simalungun
Uppasa adalah betuk puisi lama yang mirip dengan pantun dalam sastra melayu, yakni berupa puisi rakyat yang mencakup seluruh lapisan masyarakat dan segala tingkatan umur. (ads: adatbatak.com) ada uppas ank-ank, muda-mudi, dan orang tua.
pada umumnya yang disebut dengan pantun terdiri dari empat larik; kalau dua larik disebut gurindam. (ads: adatbatak.com) kalau enam,delapan,sepuluh larik disebut talibun. namun, simalungun tidak pengenal pembagian pantun menurut jumlah larik tersebut semuanya disebut uppasa.
Apa fungsi uppasa di Simalungun ?
Uppasa adalah sastra lisan yang dipergunakan sebagai alat komunikasi, milsanya dahulu komunikasi antar muda-mudi berlangsung melalui tonja² (tonja adalah suatu cara mengungkap pikiran secara simbolis melalui pemberian suatu barang), namun tidak semua orang mengerti makna simbol tersebut.
isi yang termuat dalam tonja selalu dijelaskan melalui uppasa. Misalnya bila seorang pemudi menolak cinta seorang pemuda , maka pemudi itu mengirim rokok yang terbuat dari daun enau. Setelah kiriman tersebut sampai kealamat, ternyata sipemuda tidak mengerti maknanya, maka dia pergi bertana kepada orang lain atau orang tua yang lebih berpengalaman. setelah melihat tonja tersebut, orang yang ditanya itu menjelaskannya sebagai berikut :
Issopan lembei bulung
Sabagod anak-anak
Asok botou maruhur
Marimbang ahu dakdanak.
Isinya : setiap orang harus hati-hati berhadapan dengan anak-anak sebab pikiran mereka gampang berunah.
Sipemuda dapat membalasnya dengan mengirim haporas ( Sejenis ikan kecil dari sungai atau sawah ) dengan maksud :
Haporas ni sin Lokkung
Etek-etek marpira
Anggo jolma harosuh
Etek pe na paima
Isinya : bagi orang yang saling jatuh cinta, umur tidak menjadi penghalang. umur yang masih muda bisa di tunggu.
jadi barang kiriman tersebut merupakan pengganti surat seperti sebagaimana lazimnya masakini. Maka mau tidak mau seorang pemuda atau pemudi pada masa itu harus mempelajari uppasa². (ads: adatbatak.com) dengan demikian, uppasa boleh dikatakan sebagai ilmu yang harus dipelajari. bahkan pada zaman dahulu telah dibuat semacam kriteria supaya seseorang dapat disebut dewasa, misalnya, harus mampu membaca surat sampuluh siah (Tulisan atau huruf simalungun ), menguasai ilmu mendatangkan dan menolak hujan, mahir maruppasa dan sebagainnya.
Uppasa juga sangat berperan pada saat martondur atau cari jodoh bagi muda-mudi. bila seorang pemuda menaruh hati kepada seorang pemudi, langkah pertama yang harus di buatnya ialah mengunjungi sipemudi kerumahnya, tetapi dia tidak boleh langsung menemui sipemudi tersebut. menurut adat, sipemuda harus terlebih dahulu bertemu dengan orang tua sipemudi itu, atau melalui perantara jika rumah itu rumah bolon.
pada saat pertemuan itu mereka berkomunikasi melalui uppasa. Jika ternyata orang tua sipemudi itu atau perantara itu setuju, berarti ada izin untuk bertemu. Pertemuan-pertemuan selanjutnya biasanya berlangsung di pasar (tiga), diladang pada saat gotong royong (marharoan), pad saat sipemudi itu sedang bertenun(martonun), ditengah perjalanan menuju tempat mandi (partapianan), saat pesta rondang binatang (syukuran atas tanaman yang sudah mulai menampakkan hasilnya), pada saat si pemudi itu menumbuk padi di losung ( tempat untuk menumbuk padi, dahulu setiap kampung mempunyai losung panjang yang terdiri dari beberapa lobang. disitulah tempat gadis² dikampung menumbuk padi ). (ads: adatbatak.com) Semua pembicaraan dalam pertemuan ini selalu melalui uppasa.
Dahulu di simalungun ada permainan semacam berbalas pantun. artinya uppasa dibalas uppasa. permainan ini diberi nama askei.Dalam acara ini seseorang, khususnya muda-mudi menunjukkan kemarhirannya maruppasa. karena itu mau tidak mau seorang pemuda atau pemudi harus mahir maruppasa. bukti bahwa permainan ini pernah ada di simalungun dapat kita lihat di uppas di bawah ini :
Marumbak ma Tanggiang
Rotap ma tali passa
Ise ma lo handian
imbangku maruppas
mardosong ma saringgon
Saksak bunga ni lada
Apuran do hupindo
mittor roh hata uppasa
bulung-bulung na maratah
marah bulung-bulung
anggo talu ahu marhata
sirsir ma demban ginulung.
Ketiga uppasa ini merupakan pengantar sebelum di langsungkan permainan askei tersebut. uppasa pertama berisi tentang seseorang yang mencari teman untuk berbalas uppas, sedangkan yang kedua merupakan jawaban dari pihak edua yang dengan rendah hati menerima tawaran tersebut, (ads: adatbatak.com) dan uppasa yang ketiga merupakan konekwensi atau semacam perjanjian bahwa pihak yang kalah harus membayar sesuatu atas kekalahannya.
Uppasa juga sering dinyanyikan menjadi teks lagu. baik dalam doding maupun ilah. bila suku kata kurang, maka biasanya ditambahkan kata :do, le,ale botou, datene, dan sebagainya.
uppasa juga dipergukan dalam bidang adat atau upacara-upacara resmi kerajaan(kenegaraan). jadi , melihat fungsi uppasa tersebut dapat disimpulkan bah uppasa sangat berperan penting di simalungun dan tidak bisa di lepaskan dari aspek-aspek kehidupan. Memang akhir-akhir ini peranan uppasa kurang tampak dalam masyarakat, tetapi dalam upacara resmi atau acara adat masih tetap mendapat tempat yang penting.
Subscribe to:
Posts (Atom)
