Tuesday, November 15, 2005

Semangkuk Mie

Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena
sangat marah, Ana
segera meninggalkan
rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu
jalan, ia baru
menyadari
bahwa ia sama sekali
tdk membawa uang.

Saat menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai
bakmi dan ia
mencium
harumnya aroma
masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi,
tetapi ia tdk
mempunyai
uang.

Pemilik kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan
kedainya, lalu
berkata
"Nona, apakah engkau
ingin memesan semangkuk bakmi?" " Ya, tetapi, aku tdk
membawa uang"
jawab
Ana dengan malu- malu

"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si
pemilik kedai.
"Silahkan
duduk, aku akan
memasakkan bakmi untukmu".

Tidak lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan
semangkuk bakmi.
Ana
segera makan
beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.
"Ada apa nona?"
Tanya
si pemilik kedai. "tidak apa-apa" aku hanya terharu
jawab Ana sambil
mengeringkan air matanya.

"Bahkan, seorang yang baru kukenal pun memberi aku
semangkuk bakmi !,
tetapi,? ibuku sendiri,
setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan
mengatakan
kepadaku
agar jangan kembali
lagi ke rumah" "Kau, seorang yang baru kukenal, tetapi
begitu peduli
denganku dibandingkan dengan
ibu kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai

Pemilik kedai itu setelah mendengar perkataan Ana,
menarik nafas
panjang dan
berkata "Nona
mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal
ini, aku hanya
memberimu
semangkuk bakmi
dan kau begitu terharu. Ibumu telah memasak bakmi dan
nasi untukmu saat
kau
kecil sampai saat
ini, mengapa kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan
kau malah
bertengkar
dengannya"

Ana, terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tdk
berpikir ttg hal
tsb? Utk
semangkuk bakmi dr
org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih,
tetapi kepada ibuku yg
memasak untukku selama
bertahun-tahun, aku bahkan tidak memperlihatkan
kepedulianku kepadanya.
Dan
hanya karena
persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.

Ana, segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan
dirinya untuk
segera
pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia
memikirkan kata-kata yg
hrs
diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di
ambang pintu rumah, ia melihat ibunya dengan wajah
letih dan cemas.
Ketika
bertemu dengan Ana,
kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana
kau sudah pulang,
cepat masuklah, aku
telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu
sebelum kau tidur,
makanan
akan menjadi
dingin jika kau tdk memakannya sekarang". Pada saat
itu Ana tdk dapat
menahan tangisnya dan ia
menangis dihadapan ibunya.

Sekali waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih
kpd org lain
disekitar kita untuk suatu
pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi
kpd org yang
sangat
dekat dengan kita (keluarga)
khususnya orang tua kita, kita harus ingat bahwa kita
berterima kasih
kepada
mereka seumur hidup
kita.

RENUNGAN:

BAGAIMANAPUN KITA TIDAK BOLEH MELUPAKAN JASA ORANG TUA
KITA. SERINGKALI
KITA

MENGANGGAP PENGORBANAN MEREKA MERUPAKAN SUATU PROSES
ALAMI YANG BIASA
SAJA; TETAPI KASIH DAN KEPEDULIAN ORANG TUA KITA
ADALAH HADIAH PALING
BERHARGA YANG DIBERIKAN KEPADA KITA SEJAK KITA LAHIR.
PIKIRKANLAH HAL
ITU??
APAKAH KITA MAU MENGHARGAI PENGORBANAN TANPA SYARAT
DARI ORANG TUA
KITA?

1 komentar:

Anonymous said...

inooooong.... :((
#ran#